About me

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Instagram: @dewikusumapratiwi Facebook: https://www.facebook.com/dewi.kusumapratiwi

Rabu, 15 Mei 2013

Warna Warni Geng Gong

Geng-gong, panjang kalau dicerita'in asal-usulnya. Hari jadinya pun aku lupa. Kalau dibilang sejak masuk tingkat 2, nggak juga. Yang pasti, bukan sekedar kami satu fakultas, bukan sekedar kami satu jurusan (toh, ada yang jurusannya berbeda), dan bukan sekedar kami satu kerjaan. Kata mereka kami menyatu karena akidah. :-)
Banyak hal yang telah kami lalui bersama. Susah, senang, canda, tawa, bahagia, sedih, tangis, problem, konflik, kompleks. Belajar bareng, ngaji / kajian bareng, kerja bareng, dateng kondangan bareng, main bareng, nginep bareng, travelling bareng, dll. Lebih heboh dari 5 cm deh. ;-)
(nama-nama anggota geng gong)
Aku ingin bercerita tentang mereka...

Bukan hanya di antara mereka, namun yang pasti, sahabat terbaikku adalah Pipit Fitriani. Kenapa yang terbaik? Karena ia juga menganggapku sahabat terbaik. Karena itu? Oh, tentunya bukan itu alasan utamanya! Yang pasti bukan hanya karena ia adalah sahabat pertama yang ku kenal di ITB, yang pasti bukan hanya karena aku sering menginap di rumahnya atau juga sebaliknya, yang pasti bukan hanya karena keluarga kami saling mengenal, yang pasti bukan hanya karena kesamaan hobi kami, yang pasti bukan hanya karena aku mengetahui rahasia2 pribadinya dan ia pun mengetahui rahasia2 pribadiku yang tidak kami share kepada yang lain, dan yang pasti bukan hanya karena intensitas pertemuan kami. Dari segi karakter, kami sangat berbeda (dia perfeksionis/melankolis banget, sedangkan aku koleris-sanguinis). Kami memang satu jurusan namun aktivitas (kelas, organisasi, lab) kami sangat jarang samaan. Namun, entah apa yang membuat kami sangat dekat meskipun ruang dan jarak memisahkan kami. Bahkan sampai saat ini pun, ketika tempat kami beraktivitas dan menghabiskan hari-hari sangat berbeda, namun selalu ada ruang untuk dia dan dia pun pernah berkata demikian beberapa hari terakhir ini. Tuhan tahu, seberapa rasa syukurku mengenal dia. Yang pasti, sampai saat ini, aku belum menemukan sahabat yang lebih baik daripada dia, kecuali ibuku sendiri. Namun, aku tak pernah mengerti, mengapa ia menganggapku juga sahabat terbaik, padahal banyak orang yang lebih baik dari pada aku di sekitarnya...
Terlalu banyak memori bersamanya untuk diabadikan menggunakan kamera. Namun hati dan catatan langit telah menyimpan memori2 itu begitu banyak.
Dari segi karakter dan kecantikan, dia gak diragukan lagi. Kelemahlembutannya membuat orang menerka kalau dia orang Jawa (Solo), padahal dia orang Bandung asli (sunda). Kalau meneladani para sahabiyah, dia Khadijah r.a. banget. Dewasa, keibuan, bijaksana, dan setia. Jumlah fansnya, aku kalah lah. Tapi tingkat kegalauannya, aku juga kalah. hahaha. "Peace Pit" ^_^v
"Hanyalah pangeran terbaik yang pantas mendampingimu nanti, honey." :-)
Dia pernah bikin ini untuk aku ^_^
 (Februari 2010 --> kata-katanya, meski singkat namun bikin aku spechless)

(Februari 2011 --> tidak terdokumentasi)

 
(Februari 2012 --> surat-suratnya ngena' banget :'-) huhuhu, saat itu lagi masa2nya aku galau kelas berat)

(Februari 2013 --> isinya lucu loh. ^_^)

(Serta surat-surat & puisi-puisi yang suka ia kirim ke aku tiba-tiba. Dia sangat romatis, namun terkadang aku tidak dapat membaca maksudnya. Hehe. ^_^v Mungkin itulah bahasa seni level tinggi. Hehe --> belum terdokumentasi)

Lalu, apakah karena materi-materi itu? Sungguh, sangat tidak! Materi-materi itu tidak jauh lebih berarti daripada apa yang diberikannya selama ini. Perhatian, nasehat, didikan / pelajaran tentang kehidupan, kasih sayang, dan ketulusan yang ia berikan kepadaku tak henti-hentinya di tengah segala kekuranganku.
"Pipit, thank you so much for everything. :'-) I hope, we are be best friend forever until to the heaven. Aamiin." :-)
"And sorry, I'm not yet do the best for you" :'-(
 
Fanni suyuti, dia sangat terkenal sebagai bajakers sejati, haha (bukan dalam arti sesungguhnya). Kalau ada yang bilang orang jawa itu pelit maka aku tidak setuju karena itu bukan aku dan bukan Fanni banget. Haha. Fanni di Bandung, setauku, dia mandiri finansial namun dia gak pernah pelit. Dia orangnya sangat loyal, kalau dapet rezeki selalu bagi-bagi dan lebih memperhatikan kesenangan orang lain daripada mikirin kondisi dirinya sendiri. Orang Bantul, Jokjakarta ini jago banget IT nya, jago ngebajak akun orang, apalagi hati orang (upz, hehe, yang ini bercanda). Entah bagaimana dia mampu membaca rahasia2. Dia tuh 'detektif' banget, IT sejati (kalau dia di jurusan Informatika, mungkin IP nya 4,1. haha, lebay saking lebay nya), kajian islamnya super, pinter ngomong (dia pinter megang forum --> saat di suatu forum nasional (sensor) dia bisa matahin pendapat orang2 'kuat'), dan cukup berwibawa (padahal itu pencitraan. hahaha, ^_^v peace Fan). Meski nyebelin (nyebelin sabinya, kadang nyebelin beneran, biasalah 'orang dewasa' suka aneh dan suka gak to the point), tapi ada hal lain yang membuat dia unik. Dia sosok ke'embah'an :-p (maksudnya dewasa banget), mencoba mengerti orang lain, pengertian, biasanya solutif dan type penenang. Kalau dari segi kedewasaan, dia bisa dibilang saingannya Pipit.
Dia cukup berpengaruh buat aku sehingga aku menganggapnya seperti kakak. Kalau ada kata 'friendzone' di 9gag, dia udah masuk ke dalam 'best brother zone' ku dalam kehidupan nyata. :-)
Banyak hal yang dia ajarkan ke aku tentang kehidupan dunia-akhirat, meski aku sangat lama belajarnya dan sering bandel.
"Thank you for everything, Funfun. Jangan nikah duluan sebelum aku ya! Aku gak bisa hidup sendirian (terus hubungannya apa?). Haha." :-D
(Dia sering ngomelin aku kayak gini nih... :-P Tapi dia selalu ngalah sama aku. Hehe ^_^v)

  
(Februari 2012 --> suratnya so sweet ^_^)
(Maret 2013 --> nasehat ini berat dan sulit, namun buku ini sangat recomended dibaca semua orang, terutama para muslimah, baik yang masih pra puber, puber, maupun pasca puber supaya dapat dibagi juga dengan yang lain)

Siti Nurhasanah, akhwat yang simple dan gak neko-neko. Siti orang sunda asli (Bale Endah, Bandung). Dia sangat baik, dia temen sekosanku sejak tingkat III, dia suka ngalah --> tempat di kamar lebih banyak aku yang make daripada dia, hehe, orangnya sabar dan narimo (pandai bersyukur). Kami pernah berjuang bersama nyari kosan dan Siti menunjukkan banget kesabaran, ketulusan, dan sikap ngalahnya. :'-) Dia juga pernah ngajakin aku ke kawah putih. Pas banget saat itu aku belum pernah ke sana dan pengen banget sejak SMP gara2 nonton film HEART. Siti adalah orang pertama yang ngajakin aku ke sana gratis. Terharu banget, huhuhu. Dia wanita yang sangat mandiri, dan selalu mencoba untuk baik dalam banyak hal.
"Terima kasih Siti, untuk kebaikan Siti selama ini sama aku. Semoga mimpi S2 nya tercapai. Aamiin." ;-)
(Kawah Putih, Ciwidey 2011)
Siti tuh suka banget makan es krim :-P

Vergina Apriani, dia tuh cantik banget, lemah lembut dan santun. Meski dia orang sunda (Lembang, Bandung), namun bahasa sundanya gak sejago Siti ama Pipit. Mungkin karena dia tinggal di daerah kota. Ve adalah temen baik pertama yang menggoreskan kesan selama di ITB. Ve adalah temen sekelompok PRO-KM (ospek kampus) yang paling baik dan cantik (inner & outer beauty). Selama PRO-KM, dia yang jagain aku banget (waktu itu aku lagi sakit). Dia juga yang ngajakin aku masuk unit Gamais ITB (Unit kerohanian islam ITB) sehingga aku punya lingkungan yang kondusif dan fasilitas belajar islam sampai saat ini. :-)
"Jazakillaahu ahsanal jazaa' Ve, semoga menjadi istri soleha untuk suamimu nanti, menjadi mama yang soleha untuk anak2mu nanti, dan mempunyai keturunan-keturunan soleh & soleha yang berkontribusi untuk islam dan dunia. Aamiin." :-*
(PRO-KM 2009 --> ospek kampus ITB, masa-masa chupu baru masuk kampus)
(Rihlah (tadabbur alam) ke Curug Cimahi, 2011)

Iwan Nurfahrudin, orang terbaik dan tertulus yang pernah aku temui. Blasteran sunda-jawa ini (tinggal di Cirebon, lahir di Gunung Kidul, Jogja) sangat mandiri dan enterpreneur banget. Dia pernah punya pabrik (bisnis makanan ikan), sampai saat ini jadi guru di suatu SMP swasta, dan sekarang lagi proyekan di Manado (bawain aku oleh2 dari sana ya Wan, jangan makanan tapi ntar direbut sama anak2. haha). Kelihatannya dia berbakti banget sama orangtuanya. Dia emang sangat baik dan tulus sama banyak orang. Aku pernah jalan bertiga sama Iwan dan Pipit suatu hari (mau belanja di Gazibu), saat itu Iwan cuma mau beli kaos kaki buat ibunya. Baru mau masuk ke Gazibu, ada seorang ibu yang minta tolong ke kami. Ibu itu kehilangan jejak anaknya yang bersama menantunya, ibunya gak bawa HP dan katanya ternyata anak dan menantunya juga gak bawa HP (agak aneh emang). Lalu Iwan berusaha membantu ibu itu dengan berbagai solusi --> nelponin keluarganya yang di rumah, nyari mobil anaknya yang entah di mana karena saat menantunya parkir, ibu itu gak ikutan jadi Iwan harus nemenin ibu itu nyari mobil anaknya di sepanjang parkiran di sekitar lapangan Gazibu yang luas itu. Saat itu Iwan nyuruh aku sama Pipit belanja duluan dan nanti ketemuan kalau udah selesai nolongin ibunya. Hingga kami sudah bosan keliling Gazibu dan telah mendapatkan barang-barang yang kami cari, Iwan pun belum kelar nyariin anaknya ibu itu. Itu udah siang banget. Terus kami nungguin Iwan sampai ibu itu ketemu anak sama menantunya. Pada akhirnya Iwan gak jadi beli kaos kaki buat ibunya sendiri karena itu udah siang banget. :'-)
Iwan juga yang bantuin aku nanem tanaman malem2 buat ibu aku sampai kotor-kotoran. Iwan yang benerin sepedaku saat sepedaku rusak. Waktu itu ban sepedaku bocor, terus Iwan yang bawain pulang, bawain ke bengkel, sampai beliin bannya, bahkan dia beliin ban serepnya buat aku, terus gak mau diganti. :'-) Iwan emang temen terbaik dan tertulus yang pernah aku temui.
Dia juga pernah jemput ibuku di travel bareng Pipit. Entah apa saja komunikasi Iwan dengan ibuku sampai saat ini pun, ibuku masih inget Iwan, suka nanyain kabarnya dan di mata ibuku Iwan itu baik banget.
"Jazakallaahu ahsanal jazaa' Iwan, semoga dapet jodoh akhwat yang cantik banget, soleha, dan sangat berbakti sama kamu nanti. Aamiin." :-)
(Taman Ganesha, 2011 --> Iwan yang paling kanan)

Ahmad Sidik (Finlan), berasal dari daerah nan jauh di sana (paling jauh di antara kami bersebelas maksudnya. Hehe), Jambi, Sumatera. Dia paling pinter di antara kami, namun kalau ngomong harus pake kata "emm" minimal 3 kali. Sidik itu paling pendiem dan paling gak neko2, meski saat ini dia sudah terkontaminasi dengan yang lain. ^_^v Sidik sering bawa pulang piala dan piagam hasil dia ikutan olimpiade IT atau science. IP nya gak diragukan, anak internasional Fisika. Pernah student exchange ke Korea selama 2 bulan. Saat ini sudah diterima S2 di Korea namun dia tolak karena negara tujuan dia buat studi bukan di Korea. Sidik paling susah makannya, gak suka mencoba makanan-makanan baru atau aneh menurut dia, susah banget diajakin kuliner. Dia excelent namun sederhana.
Dia yang suka nutorin kami saat belajar bareng. Dan dia juga banyak ngajarin aku.
"Makasih banyak ya Sidik buat selama ini. Semoga tahun ini berangkat ke Jepang buat S2 dan tahun depannya aku nyusul. Aamiin." :-)

(Sidik saat student exchange di KAIST, Korea, 2012)

Mohammad Mandela, orang teraneh dan terunik di seluruh dunia yang pernah ku temui. Kalau orang sudah kenal Mandela, pasti bisa menilai sendiri. Namun di balik itu semua, , , aku gak memungkiri kalau dia emang keren. Meski childish, tapi dia perhatian. Meski anak tunggal, tapi dia mandiri, rajin (rajin ngepel ampe bersih banget kata mamanya, rajin belajar, rajin juga nge-game --> terkenal maniak digimon), dan hidup sederhana. Dia jago banget bahasa inggrisnya, cerdas, pinter (IP nya bagus), idealis, namun selalu merendah. Kalau ada raport "Short Visit Nuclear Engineering from Japan" yang pernah kami ikuti dulu selama 5 hari, mungkin dia bakal dapet gelar 'The best Participant' dari seluruh Indonesia dengan pesaing para dosen dan para ahli di Batan. Dia pernah menjawah pertanyaan yang gak bisa dijawab peserta lain di sana.
Mandela meski sering ngejahilin orang, tapi sebenarnya pemalu loh. Kalau dipuji pasti merendah dan ngelak padahal emang banyak hal keren dari dia. Ohya, poto dia waktu masih sejajar sama dadanya aa Gym, mukanya masih sama kayak sekarang. -_- Jadi yang childish bukan hanya kelakuannya, mukanya juga. haha.
"Man, lo tuh perfect kalau gak 'aneh'. :-P Tapi dunia ini emang gak ideal. haha. Semoga cepet dewasa dan dapetin jodoh yang cantik, soleha dan mau diajak hidup sederhana. Aamiin."
O iya, Mandela anak Jakarta, lebih tepatnya tinggal di Bekasi.
(Ini waktu Mandela lagi mewakili kelompoknya buat presentasi di Short Visit Nuclear Engineering)
(Mandela di samping aku nih (yg pakai baju biru) waktu lagi forum santai sama profesor-profesor dari Tokyo Institute of Technology dan Kyoto University, Japan)

Tri Wahyu Nugroho, orang ini juga aneh. Sulit dimengerti dan ditebak. Di geng gong, dia dianggap spesial karena kehadirannya minim dan sekali dateng pasti kata2nya bikin sakit perut (baca: bikin ketawa). Dia tuh type penghibur banget, namun dengan gaya yang unik, dengan sikap yang sok tenang. Kajian islamnya nomor satu se geng gong. Gurunya banyak. Dia juga pinter, pernah masuk kelas internasional juga karena IPK TPB nya deanlist (cumlaude). Dulu pas TPB, dia adalah penutor Fidas terbaik yang pernah aku temui. Kalau ngajarin sabar dan rinci banget. Pemikirannya juga bagus, rajin banget ikutan kajian islam di berbagai tempat. Wahyu berasal dari Lampung, Sumatera.
Perjalanan di Kapal Menuju Pulau Sumatera (2011)

Geby Saputra, orang jawa yang tinggal di Depok. Dia drivernya geng gong. Tempat ngajinya paling beda dengan kami bersepuluh, namun tetep friendly, open mind dan mau berbagi. Dia sangat menghargai perbedaan. Selain rumah Pipit dan Ve, rumah dia pernah jadi tempat kami bermalam. Geby itu paling banyak temennya (banyakan aku atau kamu nih Geb? :-P). Setiap kami jalan, biasanya dia menyapa orang lain. Bisa dibilang SKSD (baca supel). Hehe ^_^v
"Geb, ayo kita realisasikan wacana-wacan kita! Salam sukses" ;-)
(Waktu lagi makan-makan di Sehati --> Geby yang kanan)

Ahmad Haris Muhtar, akhir-akhir ini dia kelihatan paling sibuk. Haris yang pernah aku kenal, pinter dan baik. Haris anak BIUS (beasiswa penuh (pendidikan dan biaya hidup) selama di ITB) --> you know lah seleksi BIUS tuh ketat banget, dia berasal dari Jawa Timur dan emang jawa banget, unitnya juga. Di geng gong, dia terkenal paling labil, namun ranah aktivitasnya men... Hmmm.
"Semoga terus menjadi ikhwanussolih, barakallah Ris. Cepetan kerjain TA nya." :-D

Mereka bersepuluh, adalah geng terbaik aku. Meski hobiku adalah berkelana (senang dengan hal-hal baru) dan sering meninggalkan mereka, meski konflik pernah terjadi, meski kami banyak memiliki perbedaan, namun mereka tetap yang paling setia dan selalu ada untuk aku. Hanya saja, akhir-akhir ini, perjalanan yang sedang kami tempuh sedang tidak seindah dulu. Namun mereka mengajarkanku untuk tetap bersyukur. Inilah perjalanan hidup. Ada suka, ada duka. Ada tawa, ada tangis. Ada pertemuan, ada perpisahan. Ada kelahiran, ada kematian. Saat ini kami sedang sibuk dengan kehidupan kami masing-masing (baca TA, kuliah, proyekan, dan aktivitas yang sangat berbeda-beda). Namun suatu saat semua ini akan menjadi kenangan dan cerita indah untuk anak-cucu kita nanti.
"Sampai jumpa di gerbang kesuksesan, geng gong! Sampai jumpa di pertemuan-pertemuan dan travelling kita berikutnya." :-)
Good luck for all and jazakumullaahu ahsanal jazaa'.

Mereka pernah buat ini untuk aku:
(Februari 2012 --> mereka berhasil banget ngerjain aku saat itu, sampai aku pundung dan pulang ke Jakarta)


 (Februari 2013 --> sebelum ngasih ini,mereka sempet ngerjain aku seharian tapi gagal total, malahan berhasil aku kerjain balik. Haha)

Potongan memori bersama mereka:

(Milad Wahyu)


(Milad Ve)


(Milad Siti)

(Milad yang lain tidak terdokumentasi di HP ku --> banyakan di HP Fanni)

  

 

  

 



(Kuliah Lapangan, Pulau Seribu, DKI Jakarta)

(Bertugas mewakili MILIS ITB (LDF MIPA) untuk menghadiri Musyawarah Kerja Nasional Jaringan Rohis MIPA Nasional di Universitas Lampung, Sumatera Selatan)

 
  
  


  

 
 

 

  
(Hiking Gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat, 6 April 2012)


(Kawah Putih, Ciwidey, Jawa Barat, 1 Juni 2012)


(Main dan ceritanya camping di rumah Ve, Lembang, Bandung, Jawa Barat)

(Main, makan, karaokean dan nginep di rumah Pipit, Sariwangi, Bandung, Jawa Barat --> kalau poto ini pas lagi bakaran2 malam takbiran Idul Adha di rumah Pipit buat yang gak pulang kampung --> kalau aku sih pulang kota. :-P Hehe)


(Main Bowling bareng di Planet Dago)



(ngegalau bareng)

(melihara hamster bareng)

(Pergi ke kondangan bareng (bajunya seragaman loh) dari rumah Pipit, udah bangun jam 3 pagi, dingin-dingin ngantri mandi, endingnya dapet mobil jam 7. -_-)


(makan-makan bareng --> dokumentasi yang lain ada di Pipit dan Fanni)

Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat
Monas, Jakarta Pusat
 
 
Soekarno-Hatta Airport 
(Nganterin Sidik ke bandara untuk student exchange ke Korea, jalan-jalan / keliling2 dan nyari sepatu di mall Jakarta (mau pergi ke Korea gak punya sepatu -_-"), terus nginep deh di rumah Geby)

(Agenda-agenda MILIS --> dokumentasi tidak lengkap)

Pantai Krakal, Gunung Kidul --> Pengmas Part II. Yang part I dokumentasinya ada di Fanni, padahal mereka pada nangkepin bintang laut dan aku gak ikutan, waktu itu lagi sibuk jadi panitia osjur. huhuhu
Pembinaan anak-anak di Gunung Kidul
Keraton Surakarta --> Fanni dan Wahyu debat tentang 'syirik' sama kakek2 di sana
(Pengabdian Masyarakat di Gunung Kidul, Jawa Tengah --> Sudah 2 part, setiap kali liburan semester)


(Menghadiri sidang akhir kakak tingkat, 2012)

(Ditraktir bareng sama kakak2 tingkat kami setelah diwisuda, 2012)


(praktikum bareng)


 



(Di sini kami sering belajar bareng)
"Perjalanan ini belum selesai, sahabat2ku. Seperti yang pernah kalian bilang, "kita bersatu karena akidah", karena Allah! Dan kita akan terus bersahabat hingga di syurga. Aamiin". :-)

Minggu, 12 Mei 2013

Dari TAku ini, Aku Ingin #melukisindonesia

Dulu aku pengen masuk FK-UI karena pengan jadi dokter spesialis penyakit dalam. Segala ujian masuk FK-UI aku ikuti, dengan usaha & kemampuanku. Namun ternyata Allah menempatkanku di FMIPA ITB. Tadinya di FMIPA ITB berniat cuma mau 'mampir', belajar di TPB dan tahun depan daftar lagi di FK-UI. Namun di sini aku menemukan banyak hal baru dan temen2 baru. Lalu di semester 2 ada pengenalan prodi & himpunan. Pas lagi ada acara workshop himafi, aku diajakin sama kakak tingkat buat ikutan, lalu di sana ketemu dg salah seorang profesor dari KK Biofisika-Nuklir. Aku menceritakan tentang mimpiku di workshop itu sampai usai acara itu, aku menemui beliau. Beliau sangat membuka wawasan dan motivasi. Kata beliau, dari Fisika ITB bisa melanjutkan ke sana --> artinya mimpiku itu gak harus diraih dari bangku FK-UI. Bisa via Fisika ITB. Aku diarahkan untuk masuk KK biofisika dengan mengambil beberapa mata kuliah yang berhubungan di luar prodi ex. biologi & Farmasi. Dengan pengaryaan yang kubuat, beliau bisa merekomendasikan lanjut ke S2 & S3 kedokteran (hanya ada di Jepang & US) dan dg waktu sekitar 7 tahun bisa pulang ke Indonesia membawa gelar dokter spesialis (S3).
Ketika di Fisika, aku mengalami banyak kesulitan. Memang sebenarnya aku tidak suka pelajaran Fisika. Bahkan ketika masuk ITB, pelajaran yang banyak menolong aku tuh biologi & Kimia. Fisika cuma bisa jawab 5 soal. Saat itu aku merasa salah jurusan. Namun ibaratnya sudah terlanjur basah. Pindah universitaspun merasa sayang waktu & umur apalagi saat SNMPTN tahun aku masuk tingkat 2, ayahku meninggal. Lalu aku jalani apa yg sudah terlanjur aku pilih di sini, mungkin ini adl jalan tarbiyah (pendidikan) bagiku. Dan saat tingkat 3, aku mulai masuk KK Biofisika & Nuklir. Saat itulah aku menemukan passion. Nuklir itu memang sulit, namun menyenangkan, apalagi kalau dipadan dengan biomedical physiscs. Yah, meski sulit, namun aku mulai menikmati. Akupun pernah ikutan short visit tentang apliaksi nuklir dalam bidang energi / power plant dr Jepang kerjasama dg Fisika ITB selama 5 hari. Aku cukup interest dg energi nuklir & ingin menjadi bagian dr pembangunan energi nuklir di Indonesia. Aku mengambil beberapa matkul Nuklir di Fisika. Hingga saat aku mulai TA, aku sempat galau.
"Antara bomedical dan nuklir".
Lalu aku mengambil matakuliah di biomedical physics juga dan beberapa matkul dr teknik elektro & teknik fisika. Dg proses2 tersebut, akhirnya aku mendapatkan jawaban: TAku ttg Biomedical dan Nuklir. Yah, keduanya mungkin untuk digabung. Saat ini, TAku adl 'Boron Neutron Capture Therapy' --> suatu terapi kanker menggunakan energi radiasi nuklir. Dr sini aku ingin jd ahli nuclear medicine yg mngembangkan energi nuklir utk diaplikasikan ke bdg kdokteran. Sperti cita2 awalku mjd dr. sp.pd krn ingin berkontribusi dlm mnemukan obat utk kanker / pnyakit dlm yg lain.
Physiscs of Nuclear Medicine pun menjawab mimpiku itu. Dan mungkin jalannya lebih tepat dr FK-UI. :-)
Aku tidak tahu jalanku di depan seperti apa, saat ini aku hanya bisa menikmati apa yang diberikan Allah saat ini.
Sahabat, dr ceritaku aku ingin mengajak untuk mensyukuri setiap jalan & hasil yg kita peroleh. Karena Allah pasti memiliki rencana terindah dalam setiap apa yg diberikan-NYA kepada kita.
Dalam setiap menerima takdir, baik kita rasakan manis ataupun pahit, tanamkan terus positif thinking. Berkatalah, "aku tidak tahu ini rezeki atau musibah. Aku hanya berharap, Allah memberikan yang terbaik". :-)

7 Aktivis Kampus di 'zamanku' yang Menginspirasi

Ada 7 orang aktivis kampus yang aku kagumi di 'zamanku' berada di kampus. :-)

Pertama adalah kak Ridwansyah Yusuf Achmad (Planologi ITB 2005), aku rasa gak perlu mendeskripsikan beliau karena terlalu panjang mungkin. Aku rasa semua aktivis di seluruh Indonesia mengenal beliau yang pernah menjadi kepala Gamais 2006/2007, Ketua BP Himpunan Mahasiswa Planologi 2007/2008, dan Ketua Kabinet KM ITB 2008/2009, dll. Bahkan ketika aku menghadiri acara forum nasional Rohis MIPA di Unila, Lampung, Sumatera Selatan, mewakili MILIS ITB, banyak temen-temen yang menanyakan soal beliau. Saat ini beliau sedang S2 di Belanda. Langsung aja kalau mau kenalan ke https://www.facebook.com/ridwansyah.yusuf.achmad?ref=ts&fref=ts atau via twitter @udayusuf

Kedua adalah kak Wintang Haryokusuma (Fisika ITB 2006), beliau adalah mantan Ketua BP Himafi (kahim himpunanku) tahun 2008/2009. Meskipun aku gak pernah ngerasain di bawah kepemimpinan beliau sama sekali, tapi aku cukup mendengar profil beliau dari kakak-kakak tingkat dan temen-temen. Selama yang aku tau di himpunanku, kak Wintang adalah kahim yang berprestasi. IP beliau di atas 3,5 (sekitar 3,8 atau 3,9). Yang aku tahu dan aku rasakan, IP di atas 3,5 tuh kalau di Fisika langka banget. Selain berprestasi dalam bidang akademik, di organisasi pun beliau berprestasi. (Eh dalam definisiku, prestasi itu adalah ketika kita dapat memberikan manfaat bagi orang lain. :-) Tapi emang gini ceritanya: . . . ) Kak Wintang pengertian banget sama anggota BP  dan masa himpunannya. Kata kakak 2007, beliau pernah pulang paling malam dan dateng ke himpunan paling pagi buat bangunin temen-temen yang nginep di himpunan buat subuhan saat himpunan sedang hetic. Udah gitu, katanya saat itu beliau juga punya 'ciwi' saat itu (cie, cie kak... :-P #eh bukan masalah itunya tapi) kebayang kan gimana cara beliau bagi waktu buat akademiknya, himpunan dan masa himpunannya, sama #ehm 'ciwi'nya. Wah, kak Wintang tuh inspiring banget dan aktivis Himafi berprestasi pertama yang membuat aku juga pengen jadi aktivis bahkan jadi kahim atau minimal sekretaris kahim saat itu #upz , hehe (latar belakangku: dulu pas TPB kerjaanku main, gak berorganisasi sama sekali selain Gamais, itu juga di Gamais cuma jadi anggota dan hanya tinggal menikmati --> pembinaan OASIS. haha. Pas tingkat 2 aku gak jadi pengurus Gamais, aku memilih himpunan untuk menjadi ladanga aktivitasku). Udah gitu, setelah lulus kak Wintang ini mengabdi di Indonesia Mengajar. Kalau kata anak himpunan, "mulia banget jalan hidupnya".

Ketiga adalah kak Ratna Nataliani (Teknik Fisika ITB 2008), beliau tuh "super muslimah" banget. Bukan karena beliau menulis buku itu tapi dalam pandanganku, beliau memang super muslimah. (Eh, jujur, malahan aku belum pernah baca buku beliau loh. "Hehe, peace kak." ^_^v)
Beliau mengajarkan banyak hal kepadaku.
Beliau ini seorang aktivis pergerakan kampus, periode kemarin menjadi wakil menko eksternal Kabinet KM ITB. Tentang amanahnya di sana, mungkin hanya teman-teman seperjuangannya yang mengetahui (saya bukan anak eksternal). Namun yang saya kenal, kak Ratna itu wawasannya luas, rajin baca buku (bahkan beliau membuat muwashoffat membaca buku, dalam 1 hari ada 5 jenis target buku yang harus beliau baca @minimal 5 halaman --> buku kuliah, buku agama, artikel / media-media yang memuat berita terkini, buku politik dan ekonomi, dan satu lagi (kalau gak salah) buku filosofi / tentang pemikiran), supel, open mind, suka bagi-bagi ilmu, pendengar dan penasehat yang bijak (biasanya kalau aku curhat, beliau responsif dan berusaha menggali lalu menurunkan solusi). Kak Ratna itu aktivis banget, sampai dosennya saja mencap beliau sebagai "aktivis", wanita orator, suka banget sama energi dan TA nya memang tentang energi. Selain itu, beliau juga rajin tilawah (denger2, pernah 5 juz per hari nih kak, subhanallah) dan kajian islam, belajar bahasa arab juga (ehm), dan saat ini beliau juga sedang berusaha menghafal Al-qur'an. Barakallah kak, semoga lancar dan segera menjadi hafidzah. B-)
Makin sukses ya kakak "hajah hafidzah super aktivis muslimah"... :-) Aamiin (do'a nih kak).
Kalau mau kenalan sama kak Ratna, bisa ke http://www.facebook.com/amaihisa?ref=ts&fref=ts atau via twitter @rnataliani

Keempat adalah Zetra Iez Zaputra (Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB 2009), dia suka disebut 'artis kampus'. Sebenernya aku belum kenal dia banget sampai dalem2nya, aku baru kenal dia di tim #melukisindonesia. Tapi 1,5 bulan berinteraksi di tim #melukisindonesia cukup buat aku kepo tentang dia. hehe. Yang aku tau, dia suka banget sama gundam, pemegang salah satu akun terkenal di kampus, supel banget (temennya banyak banget, fans nya juga --> itu aja yang kulihat), cute boy, alumni prematur (loh? Baru 20 tahun udah lulus sarjana euy), dia baik sama semua orang termasuk sama orang yang kurang dia sukai pemikiran / kelakuannya, dia mampu membaur ke banyak kalangan dari 'hitam' sampai 'putih'. Sama Zetra, aku belajar banget tentang pergaulan yang mendekati sempurna.
Dan dalam kacamata pribadiku, Zetra tuh hanif banget (cenderung kepada kebaikan dan suka mengajak kepada kebaikan). Selalu ada kebaikan yang ia sisipkan dalam setiap interaksinya dan aku pernah melihat bahkan merasakan itu.
Zetra yang aku kenal juga rendah hati. Dia gak pernah berkata kalau dirinya orang baik namun kalau sudah mengenalnya kalau dia adalah orang baik. Saat pertama kenalan sama dia, dia bilang hanyalah mahasiswa biasa yang suka main dan suka gundam, gak suka kajian dan pergerakan mahasiswa gitu. Tapi ternyata dia aktivis juga, bahkan dari tingkat I (Gamais, OSKM, Kenmi (?), dll gatau semua). >_<
Dalam pandanganku, Zetra itu 'wah'. Mau kepo twitter dan tumblr nya? @zetra_iz dan http://zetra006.tumblr.com

Kelima adalah Fajar Cipta Yudha Perkasa (Teknik Kimia ITB 2009), dia tuh sering banget disebut sebagai "Fajar Wacana" karena memang suka kajian dan kajian-kajiannya tingkat 'dewa' (lebay deng ini. hehe). Fajar tuh seakan-akan hobinya adalah mikirin bangsa Indonesia. Fajar rajin membaca, mengkaji, dan menulis. Tulisan-tulisan dia bisa dikepoin di profil dia nih https://www.facebook.com/fajarciptayudha.perkasa?ref=ts&fref=ts
Kalau dari segi kepribadiannya yang aku kenal, dia tuh type "bapak". haha. Terlihat dewasa, dia kalem-kalem-ngalah gitu kalau sama cewek. Dia rajin mencari uang, namun tetap rajin memikirkan bangsa ini, juga pastinya tetep belajar, secara dia anak Teknik Kimia ITB, jurusan yang terkenal 'sulit'. Kata Akrim (temen SMA nya), dulu Fajar sering jadi juara olimpiade. Orang seperti dia tuh:-)
Dua kata buat Fajar, "cerdas dan peduli". Tapi aku lebih suka memanggilnya 'Fajar Sabi' atau 'Fajar Wacana'.

Keenam adalah Nyoman Anjani (Teknik mesin ITB 2009). Sejujurnya aku belum pernah kenalan sama dia tapi dia cukup eksis dan aku banyak mengenal ke-nice-an dia dari temenku, Irma MRI09. "Halo Nyoman, salam kenal" :-D
Nyoman itu gadis tangguh, pecinta alam, suka banget naik gunung dan melukis, cantik, pinter, dan (kata Irma) religius & baik hati. Belum pernah sih nemu cewek kayak gini sebelumnya. Dan saat ini dia sedang mencalonkan diri sebagai ketua Kabiner KM ITB 2013/2014. Meskipun aku simpatisan dan pendukung gagasan #melukisindonesia (lawannya Nyoman), tapi aku punya pesan buat Nyoman, "Kalau kamu terpilih, jadilah the next Camilla Vallejo atau lebih baik dari dia, Nyom. hehe. Semangat ya cantik. Mudah-mudahan terus menginspirasi. Aku share ya kontak kamu biar makin bermanfaat dan banyak menginspirasi orang lain". ;-)
https://www.facebook.com/nyoman.anjani?ref=ts&fref=ts

Ketujuh adalah Muhammad Yorga Permana (Manajemen Rekayasa Industri ITB 2009). Seingetku, aku kenal Yorga ketika di sekre kabinet. Dia tuh ramah banget, dia suka nyapa duluan. Dan semakin ke sini, dia punya gaya unik tersendiri dalam menyapa orang, termasuk menyapaku. Dengan nada sunda dia selalu bilang "Assalamu'alaykum Dewi..." saat bertemu.
Yorga yang aku kenal juga religius. Dia selalu menebarkan kata-kata positif dan banyak hal tentang kebaikan. Yorga sering menebarkan semangat kepada teman-temannya meskipun saat itu dia sendiri sedang membutuhkan semangat. Dalam kepemimpinannya, Yorga adalah type konseptor (tingkat tinggi lah), namun dia juga type eksekutor (jadi bukan Yorga Wacana lagi, hehe, peace Jar ^_^v). Dia seakan-akan hidup untuk orang lain. Kalau mengingat 3 kriteria kepemimpinan --> pemimpin itu bagaikan burung elang: tajam pandangannya (visioner), kuat, dan setia pada tuannya (insan robbani / hidup untuk kepentingan umat) maka aku mau bilang, Yorga punya itu.
Kehidupan Yorga yang aku pandang tuh seakan-akan selalu oke-oke saja meskipun tempaan dalam hidup dia berat. Aku pikir, itu karena dia laki-laki tegar, sabar, pandai bersyukur, dan dekat engan Tuhannya. Kalau aku mengistilahkan, "Dia tuh mau digebhukin, disakitin, atau dicela, bakalan tetep lempeng-lempeng aja". Sejak kecil, Yorga selalu menjadi juara di sekolahnya. Waktu SMA, dia juga aktivis (ketua OSIS). Sejak masuk ITB juga udah menjadi aktivis, baik di organisasi terpusat, maupun wilayah, intra kampus, maupun ekstra kampus. Yorga tuh type aktivis pergerakan (sama kayak kak Ratna), seakan-akan gak pernah galau dalam kehidupan dan urusan-urusan internalnya karena ia selalu berpikir eksternal, update isu-isu nasional meski saat dia sudah tidak memegang jabatan sebagai menteri Kebijakan Nasional Kabinet KM ITB lagi (pernah, di kepengurusan kabinet kemarin bareng kak Ratna dia udah jadi menteri), dan meskipun dia seorang aktivis oke yang bertanggung jawab terhadap amanahnya, amanah akademik juga tidak dia abaikan (IPK nya cumlaude boo).
Dari Yorga, aku belajar sekali banyak hal yang seringkali aku rasakan saat berinteraksi dengannya, baik dari kepribadiannya maupun kepemimpinannya. Dan hal-hal itu cukup berpengaruh dalam kehidupanku secara pribadi maupun organisasi. (Ini murni dari hati, bukan karena sekarang lagi masa kampanye).
Yorga juga calon ketua Kabinet KM ITB 2013/2014 dengan gagasannya #melukisindonesia
Kalau mau kepo @kuaskita #melukisindonesia #MelukisIndonesiaReborn http://melukisindonesia.com/ http://www.facebook.com/groups/melukis.indonesia/?ref=ts&fref=ts
Dan profil, tulisan (dia juga suka membaca, nulis, dan kajian kayak Fajar), serta kontak Yorga di http://www.facebook.com/muhammadyorga.permana?fref=ts atau via twitter @yorgaperm

Nb: maaf ya, ngepost tulisan ini tanpa minta izin dulu ke kalian. Semoga kalian ridho untuk menjadi sumber inspirasi buat semua yang membacanya dab terus berkarya dan menginspirasi. :-)
Terima kasih kak Ucup, kak Wintang, kak Ratna, Zetra, Fajar, Nyoman, dan Yorga udah jadi inspiratorku & banyak orang dan terima kasih udah jadi orang-orang yang keren bangeeeettttt. >_<

Minggu, 14 April 2013

Setapak Jejak Kesuksesan

Menjelang SNM-PTN, setelah UN dan UAS, aku memilih tempat belajar untuk persiapan SNM-PTN.
Ada tempat bimbel yang terkenal se Indonesia tapi karena kelasnya banyakan, aku tidak memilihnya karena memang aku agak susah belajar rame-rame. Ada sih program intensifnya, tapi bayarnya 12 juta. haha. Gak mungkin lah aku 'nyekik' orang tuaku.
Ada suatu bimbel baru yang unik, tempatnya unik dan belajarnya intensif dan bisa privat 24 jam. Itulah yang aku cari. Apalagi, lulusannya pasti dapetin PTN (ya iyalah, siswa-siswi nya emang dasar pinter, dari SMA favourite sebelah semua). Nah, saat itu aku mupeng banget pengen les di sana, apalagi temennya sama anak sekolah itu semua. Namun ternyata, Tuhan tidak mengizinkanku les di sana, jadwalnya gak cocok dan kelas yang jadwalnya cocok udah penuh. Emang 1 kelas cuma dibatesi maksimal 8 orang.
Akhirnya ada 1 pilihan lagi di suatu bimbel yang lumayan unik juga, yang saat itu visinya menggambarkan target menuju Universitas yang aku impikan. Aku ngambil paket intensif SNM-PTN, cuma sebulan belajar di sana.
Yup, di sana aku bayar tidak terlalu mahal namun dengan fasilitas maksimal. Ada perlakuan spesial untuk siswa spesial. Haha, narsis. (^_^)v
Karena udah gak sekolah lagi, kami belajar intens dari jam 8.30-11.00 setiap hari Senin-Kamis. Namun aku selalu stand bay di sana dari jam 7 pagi (saat bimbel dibuka) sampai maghrib. Bahkan di hari Jum'at dan Sabtu pun. Di sana aku memanfaatkan fasilitas yang ada, hunting kakak2 yang kosong yang ada di sana saat itu buat ngajarin aku. Di sana aku juga belajar mandiri. Aku banyak ngobrol sama kakak2nya, ngobrolin soal pengalaman kuliah, pengalaman di kampus, bahkan ngobrolin soal sistem dari bisnis bimbel itu sendiri. Haha. Dengan kurang dari 1 juta, aku mendapatkan banyak ilmu yang luar biasa. Ditambah lagi, aku sering ditraktir makan siang, berapa kali ya makan pizza hut dalam sebulan itu? :-P Selain itu, aku juga mendapatkan banyak wawasan tentang islam, tentang tarbiyah (pendidikan) islam. Di sana, selalu dibiasakan untuk shalat tepat waktu, banyak dikasih nasehat dan tausiyah. Selain itu, aku bisa make pakaian kayak sekarang karena something yang aku dapet dari sana. Subhanallah banget lah kakak-kakaknya. :-)
Les di sana kayaknya aku dapet cash back lebih dari yang aku bayar deh. :-P
Wah, promosiin gak ya nama bimbelnya apa? :-P
Masuk ke cerita inti:
Kelasku isinya anak-anak gaul sekolahku dan sekolah sebelah (anak internasional semua lah, sedangkan aku hanyalah siswi biasa dari SMA yang lebih biasa. hehe).
Ada seorang temen yang sangat menginspirasiku. Dia ganteng, tinggi, putih, pinter dan dia adalah seorang model. Dia sangat bercita-cita untuk menjadi pilot. Saat yang lain masih sibuk persiapan UN dan UAS, dia udah berjuang buat dapetin suatu akademi pilot terkenal di Indonesia. Kayaknya gak cuma satu tapi yang paling heboh tuh yang di sana itu, yang tesnya panjang banget. Dia mengikuti rangkaian tesnya yang sangat banyak dan panjang itu dengan penuh perjuangan dan pengorbanan, membagi waktu antara sekolah, karir, dan perjuangannya untuk mendapatkan akademi tersebut. Sampai dia berhasil lolos tingkat provinsi. Kecerdasan otak, fisik, mental, dan waktu, semuanya diuji. Sempet masuk asrama juga kayaknya. Sampai pada saat (setelah UN juga kayaknya, pokoknya mah dia berbulan-bulan mengikuti rangkaian tes masuk akademi tersebut), dia mengikuti ujian terakhir kedua, yaitu tes tertulis. Dia berhasil meraih prestasi hasil tes "terbaik di seluruh Indonesia". Sangat optimis masuk. Kami pun sebagai teman turut mendo'a dan ikutan optimis kalau dia bakal diterima.
Karena kehecticannya mengikuti rangkaian tes tersebut, dia agak mengabaikan persiapan SNM-PTN. Hingga H - sekian pendaftaran SNM PTN, dia dinyatakan gagal dari tes masuk akademi perpilotan tersebut. Karena apa? Karena saat tes jongkok, dia gak bisa. Iya, gara-gara gak bisa jongkok, dia gagal. :'-(
Semua pun ikut bersedih...
Namun hebatnya dia, dia sangat tegar dan tetap ceria. Aaaaaa, ****.... >_< Pengen banget nyebut namanya tapi belum izin sama orangnya. hehe. Di saat temen-temannya yang gagal menangis, dia tetap tegar. Ya, bayangin aja berbulan2, membagi fokus juga buat UN dan UAS, belum juga dia tetep rajin les buat persiapan SNM-PTN meski dia nampak tidak maksimal waktu itu (wajar, skala prioritas).
Entah apa yang dia rasakan sebenarnya tapi kalau aku jadi dia, kayaknya bakal speechless banget. Hingga hari H terakhir pendaftaran SNM-PTN. Saat itu pun aku daftar SNM PTN di hari terakhir pagi karena selama ini galau milih jurusan selain FK **. Itupun, pas di UI Salemba (tempat daftarnya di sana), aku masih sempet nelpon kakak mentor buat minta pertimbangan fix. Akhirnya kupilihlah pilihan keduaku, FMIPA ITB dengan maksud dan tujuan, kalau aku diterima di pilihan kedua, aku mau belajar basic science di sini (kan di ITB ada TPBnya di tingkat I --> belum masuk jurusan, masih di Fakultas buat nguatin basic science) supaya tahun depan bisa ikutan ujian masuk FK ** lagi. :-) (masih gak nyerah saat itu)
Siangnya, pulang dari Salemba, temen aku tadi nelpon, minta pertimbangan ikutan SNM-PTN atau enggak. Dia galau karena persiapan SNM PTN nya gak maksimal. Yaaaaaahhhhh, ****... -_- Dengan sangat pasti, aku sangat mensupport dia untuk nerjang aja (ikutan). Aku ngasih semangat (aku lupa sih kata2nya) tapi intinya, dia kan cukup pinter di sekolah, udah belajar juga, udah ikutan les juga, meski gak maksimal tapi coba aja kali. Masalah hasil mah, Tuhan yang menentukan. Dan akhirnya dia ikutan. :-)

Temen aku yang satu lagi dari kelas internasional suatu SMA sebelah. Dia punya cita-cita yang tinggi juga.
Pilihannya: 1. Kedokteran **; 2. Manajemen **; 3. Manajemen ***** (salah satu kampus besar juga)
(kalau gak salah bener, haha, lupa lupa ingat)
Ada hal-hal yang nyambung kalau ngobrol sama dia karena ada cita-cita yang sama: "kuliah di kedokteran ** --> jadi dokter --> bangun rumah sakit". Kenapa harus di **? Ada lah alasannya.
Bedanya kalau aku pengen jadi dokter spesialis penyakit dalam, sedangkan dia pengen jadi dokter jantung.
Dia anaknya lucu dan unik.
Kan idealnya dengan cita2nya yang tinggi itu, dia harus berjuang keras juga. Namun (dunia memang tidak ideal, haha), di tempat les, dia terkenal sangat malas. Sampai mentornya pada stress nasehatin dia buat belajar. Aku gatau sih dia kalau di rumah belajar atau gak tapi saat itu emang terkesan 'males' dan kalau ujicoba hasilnya bukan yang paling tinggi juga kok. (hehe, peace sob. ^_^v)
Namun, dia punya keyakinan yang luar biasa. "Nothing impossible and impossible is nothing". Kata-kata itu seperti melekat erat dalam jiwanya, seakan-akan menjadi suatu kekuatan utamanya.
Ketika dinasehatin kakak mentor, ketika 'diomelin' seorang kk mentor yang agak 'cerewet' karena sayang (siapa ya? :-P), dia selalu menjawab dengan jurus itu. Dan seakan-akan dia berani jamin kalau dirinya bisa membuktikan kata-kata "Nothing impossible and impossible is nothing".
Suatu hari, ketika pengumuman hasil SNM-PTN, masing-masing update status tentang diterimanya di kampus mana. Temenku yang pertama tadi akhirnya diterima di suatu kampus besar juga di Bogor. #upz, disebut.
Lumayan kan, dengan usaha dia yang minim dia dapet di sana, sama kayak seorang juara kelas kita di sekolah lah, meski beda jurusan. :-)
Dan, temenku yang satunya lagi, update status gini, "gue bangga diterima di manajemen *****, tapi gue lebih bangga nolak manajemen *****".
Yah, dia berhasil diterima di Manajemen ***** namun dia memutuskan untuk tidak mengambilnya. Dia lebih memilih suatu Universitas Bisnis & Manajemen swasta di Jakarta yang katanya lebih bagus dan kayaknya sih emang lebih mahal. (Tapi kayaknya masih bagusan SBM ITB deh :-P (arogansi kampus) Haha, peace ^_^v)
Iya, kayaknya memang lebih bagus jurusan manajemen di kampus itu daripada manajemen *****. Katanya sih sistem dan linknya yang membedakan.
Hari berikutnya setelah pengumuman, kami kumpul-kumpul, ceritanya acara perpisahan pribadi (karena di bimbel pun ada acara perpisahannya). Waktu itu kami mau makan-makan di Taman Anggrek, namun sebelumnya kami mampir dulu ke bimbel buat sungkem sama kakak2 mentornya. :-)
Sangat wajar, kami sangat disambut dengan bangga oleh kakak-kakaknya. :-D
Dan dia bilang, "tuh kan kak bener apa kata saya, nothing impossible and imposssible is nothing". Yah, kali ini kakaknya 'kalah' dengan bangga karena adhiknya berhasil dapetin jurusan oke di  PTN besar. :-)

Dari temenku yang pertama, aku belajar tentang kerja keras. Dari temenku yang kedua, aku belajar tentang kekuatan keyakinan (optimisme). Meski aku pun dulu melakukannya, namun di tengah2 kehectican banyak hal yang ingin aku kejar saat ini, mereka mengingatkanku tentang itu.
"Kunci keberhasilan adalah kerja keras dan keyakinan", ditambah kunci kesuksesan yang aku alami saat itu: USAHA + DO'A = BERHASIL. Yup, banyak cara untuk sukses, namun kunci dari kesuksesan itu sendiri sudah ada dan tinggal dilaksanakan.

Dalam kondisi saat ini, aku diingatkan oleh seorang kakak mentor. Beberapa waktu yang lalu pas pulang ke Jakarta, aku main ke tempat les sekalian nganter adhikku (kebetulan adhikku sekarang sedang les di sana) dan ketemu salah beberapa kakak. Nostalgia, berbagi cerita. Kakak2nya udah pada nikah bahkan ada yang anaknya udah mau TK. :-) Kondisi ruangan, desain dan jargon di sana telah banyak berubah. Cukup inovatif kok.
Saat itu aku bercerita, "kak, aku habis naik gunung loh bareng temen2 kampus. Terus pas di tengah jalan kami kehujanan. Saat itu lemes banget. kedinginan, dan aku sering jatuh, tapi karena aku merasa temen2ku juga susah, aku mencoba kuat dan bertahan. Alhamdulillah pulang dengan selamat. :-) "
Seriusan, saat itu lagi murni cerita tentang itu. Tentang pengalaman di kampus tapi kakaknya nanggepin gini, "Dewi dari dulu gak berubah ya? Kuat dan selalu optimis". Cukup seperti mendengarkan sesuatu yang baru, "ah, masa sih kak?"
"Iya, Dewi tuh kalau punya keinginan, selalu berusaha keras untuk mencapainya, pantang menyerah meski orang sekitar bilang gak mungkin. Waktu dulu gak bisa ini-itu, Dewi paling bawel buat nanya dan selalu berusaha keras untuk bisa. Dewi juga paling kekeuh buat dapetin apa yang dimau". (Eh, jadi inget, kenapa sekarang aku masih juga di ITB dan saat tahun kedua memutuskan untuk tidak mengikuti ujian masuk FK ** lagi karena alasan yang besar, semoga next bisa sharing cerita)
Masih juga merasa baru, "ah, masa sih kak?"
Lalu berpikir, oh iya ya dulu aku gitu? Tapi kenapa sekarang kayak gini? "Nothing impossible and impossible is nothing Dewi, selama kita berusaha maksimal dan berdo'a!" >_<
Hmmm, aku sangat bersyukur aku telah diingatkan Allah melalui itu dan memang harusnya saat ini aku seperti dulu yang selalu optimis, kerja keras dan berazzam kuat.
Pas banget, reminder itu ada saat aku sedang sangat membutuhkannya. Saat itu aku sedang banyak masalah banget. Juga untuk saat2 ini. Alhamdulillah. :-)
Makasih kak...

Makasih juga buat 2 orang temenku yang sabi ini karena telah menginspirasi. Juga buat temen2 seperjuanganku yang lainnya, secara gak langsung, kalian menginspirasiku banyak hal. :-)
Serta untuk kakak-kakak yang selalu sabar dalam mengajari ilmu dan berbagi motivasi serta menginspirasi. Aku kangen banget sama kalian :-3
Saat ini, kalian pasti juga sedang berjuang. Ayo kita kerja keras dan saling mendo'akan,,, Semoga Tuhan menyertai langkah kita. Sampai jumpa di gerbang kesuksesan. :-D

In memory:
Perpisahan di PH, Taman Anggrek, Jakarta Barat
Dari kiri: Dewi, Hafish, Dhani, Azkya, Yodi
(Alhamdulillah, kami semua lulus PTN ^_^v)

Dari kiri belakang: Adis (65), Anis (78), Muti (78), Dewi (65), kak Yati, Gita (85), Vita (65), kak Penny, Tita (78), Dhani (78)
Dari kiri bawah: Aji (65), Yodi (65), (lupa seriusan, anak 85 kan), Iqbal (65), Pungky (65), Hafish (78)
Mereka semua kuliah di kampus2 oke loh :-P
Selamat dan sukses, teman2 :-D