About me

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Instagram: @dewikusumapratiwi Facebook: https://www.facebook.com/dewi.kusumapratiwi
Tampilkan postingan dengan label Goresan Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Goresan Hati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Februari 2016

Aku Bukan

Aku bukan Khadijah,
Wanita sempurna yang pantas menjadi teladan bagi semua wanita dalam pengabdiannya kepada suami...
Aku bukan Aisyah,
Wanita cantik berpipi merona yang bukan hanya sedap dipandang suaminya namun  kecerdasan dan banyak ilmunya menjadi sumber manfaat bagi orang lain...
Aku bukan Fathimah,
Yang selalu zuhud dalam kehidupannya dan ikhlas hatinya...
Aku tak seperti mereka,
Para wanita soleha yang luar biasa bagi suami dan keluarganya...

Aku tak tahu, mengapa dulu kau memilihku...
Hingga sampai saat ini masih sangat menyayangiku...
Bahkan menyayangi keluargaku dengan begitu tulusnya...
Aku hanya bisa bersyukur...

Mungkin aku tak akan pernah bisa menjadi Khadijah, Aisyah, Fathimah, maupun wanita-wanita lain yang dijamin masuk syurga...
Namun aku berharap, kau selalu setia di sisiku...
Untuk menjadi pesaing sejati dalam urusan ibadah dan kebaikan,
Seorang navy dalam perjalanan,
Dan seorang sahabat dalam keistiqomahan...

Minggu, 21 Juni 2015

Aku Sedang Iri

Aku sedang iri
Dengan siapa?
Dengan ia yang terlihat dekat dengan Allah
Yang menjadikan setiap langkah hidupnya bernafaskan Al-qur'an
Hidupnya terlihat indah
Jalannya terlihat lancar
Meski aku tahu cobaannya begitu banyak dan berat

Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau
Itu yang membuat kita tidak pernah bersyukur dengan segala karunia-NYA
Padahal setiap dari ciptaan-NYA telah digariskan takdirnya
Semua memiliki kelebihan dan kekurangan
Semua pernah berhasil dan gagal
Semua pernah bahagia dan menderita

Namun kutahu takdir itu tidak mutlak
Karena Allah memerintahkan hamba-NYA untuk berusaha
Kutahu mereka yang berhasil meraih sesuatu,
Sebelumnya merasakan perjuangan yang berat
Menguras waktu, energi, materi, pikiran, bahkan perasaan

Cinta misalnya,
Tidak cuma-cuma Allah menganugerahkan pangeran atau putri impiannya
Sebelumnya ia tertatih-tatih untuk menjaga keistiqomahan
Dalam rangka untuk memantaskan diri
Hingga Allah percaya untuk mempersatukannya

Begitu juga dengan harta, tahta, dan kehormatan
Tidak instant ia dapatkan
Kecuali dengan cara yang bertentangan dengan ajaran-NYA

Semua orang pasti pernah berhasil dan gagal
Semua orang pasti pernah bahagia dan menderita
Namun orang yang paling beruntung adalah orang yang paling dekat dengan-NYA
Yang menjadikan-NYA satu-satunya tujuan
Yang menjadikan Al-qur'an sebagai pedoman
Bahkan selalu mengalir dalam saraf dan darahnya (hapalan dan amal)
Dan selalu istiqomah di jalan-NYA
Meski pahit dan perih
Karena kesuksesan sejati hanyalah Syurga Firdaus

Ramadhan oh ramadhan
Tarbiyahi aku, supaya aku semakin dekat dengan dia...
Dialah Al-qur'an
Untukku lebih mentauhidkan-NYA

Surat untuk Sahabat

Hai sahabat, apa kabarmu di sana?
Aku dan semesta tentunya berharap kamu selalu baik-baik saja
Semoga Allah selalu mencintaimu,
Hingga tak perlu aku khawatir dengan setiap keadaanmu

Sahabat, apakah kau ingat denganku?
Apakah kau berusaha menyapaku?
Jika iya, maafkan aku
Karena aku telah memblokir akses komunikasi kita

Bukannya aku ingin memutus tali silaturahmi
Tapi saat ini aku sedang minder
Aku lihat, semakin hari kau semakin berkembang
Kau sudah jauh melangkah mendahuluiku ke depan
Bahkan setiap hari kau berlari
Sedangkan aku, masih jalan di tempat
Di tempat ini, di mana kita memulai start bersama

Kini kau ada jauh di sana
Kini kita berbeda
Rasanya tidak pantas lagi aku untuk bersahabat denganmu

Sahabat, jika memang kau tidak mencariku
Tak apa
Mungkin itu lebih baik
Karena mungkin kau telah menemui sahabat baru yang selevel

Kini aku telah mengerti
Bahwa hidup begitu cepat berlalu
Semua datang dan pergi hanya untuk sementara
Yang abadi hanyalah DIA

Tak perlu aku merengek lagi
Untuk memintamu menjadikanku yang terbaik
Tak perlu aku kirim surat ini
Karena jika DIA berkehendak,
Hatimu akan tergerak untuk membacanya
Satu harapanku, semoga kau selalu dalam dekapan-NYA

Kamis, 21 November 2013

Dengarlah Suara Hatiku

Aku adalah penikmat jalan kelam
Namun aku adalah perindu jalan terang
Aku selalu meminta yang kurindukan
Meski aku berjalan di arah sebaliknya

Dia yang kuminta selalu memberikan semuanya
Meskipun jalanku seringkali berlawanan arah dengannya

Aku adalah anak nakal
Yang tidak konsisten dengan apa yang kuinginkan dan apa yang kujalani
Namun Dia sangat baik

Kini Dia mendorongku ke jalan yang aku inginkan
Meskipun aku ‘tidak suka’ dengan ‘paksaan’ ini
Jalan ini begitu ‘menyakitkan’
Tapi, aku tahu ini yang terbaik untukku
Dan alasan bahwa Dia sayang sekali denganku

Kata ‘tidak suka’, ‘paksaan’, dan ‘sakit’ itu hanyalah sebuah kedzholiman
Kedzholiman atas dirku sendiri
Betapa aku tidak ridha mendapatkan yang terbaik untukku sendiri
Ini sebuah kesalahan besar

Ternyata Dia lebih tahu apa yang aku butuhkan dan apa yang aku inginkan
Dia lebih mengerti akan diriku
Dia lebih menjagaku
Dan Dia lebih sayang sama aku
Daripada diriku sendiri

Dia Maha Baik
Dia Maha Pemurah
Dia Maha Pengasih
Dia Maha Penyayang
Dialah Allah, Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhan kita semua

Wahai penghuni jalan kelam,
Janganlah kau memanggilku lagi untuk menuju ke sana
Jika kamu merindukanku dan ingin memanggilku,
Panggillah aku dari jalan yang terang

Aku ingin terbiasa berada di jalan ini
Dan aku ingin tetap menjadi intan
Yang akan semakin bersinar dengan tempaan-tempaan

Kamis, 11 Juli 2013

Rindu (part II)

Rindu masa2 ketika pertama kali aku belajar islam yg sesungguhnya, keantusiasan untuk terus berubah jadi lebih baik.
Bukannya kini merasa sudah sempurna, namun sepertinya 'zaman' telah mendegradasiku.
Kekecewaan terhadap yg aku saksikan dan dusta mereka yg aku rasakan, membuat aku mendendam.
Kutahu segala hal di dunia ini pasti akan membuat kecewa, kecuali Allah.
Namun kerapuhan iman ini yg membawaku pada arus perubahan zaman.
Rindu dg komunitas yg isinya orang2 soleh, meski kesolehan mereka bisa jadi fatamorgana, tapi itu lebih baik menurutku.
Karena bersamanya aku terus beresolusi.
Karena melihatnya, aku menjadi iri.
Iri dg cintanya yg begitu besar kpd Allah.
Iri dg kebaikannya yg selalu tercurahkan untuk sesama.
Dan iri dg perubahannya yg semakin membaik.

Minggu, 22 Januari 2012

Rindu (part I)

Hijaunya dedaunan tak nampak
Semilirnya angin tak terasa
Percikan air tak terdengar
Sunyi,
Sesunyi hati ini...
Allah, mengapa hati ini membeku?
Tak ada tetesan embun cinta
tanpa percikan air kisah suci
tanpa sentuhan angin rindu
keras, beku, hampa
Astaghfirullah al adziim,
mungkin aku bersalah dan berdosa
Selama ini aku mengkhianati-Mu, Allah
Selama ini aku tak setia kepada-Mu
Aku telah menduakan-Mu
dengan kepentingan dunia ini
yang indahnya fatamorgana,
membutakan mata batinku,
dan janjinya tak pernah tepat
Kini, ketika dunia menerlantarkanku, aku kembali pada-Mu
Aku kembali di saat aku butuh Engkau
Aku kembali dengan segunung dosaku
Apakah pantas aku kembali pada-Mu, Allah?
Mampukah aku berjanji pada-Mu untuk selalu setia pada-Mu?
Dan tidak akan pernah lagi mengkhianati-Mu?
Sepertinya aku tidak akan pernah mampu, Allah
Tapi aku sangat membutuhkan-Mu!
Membutuhkan cahaya kasih dan cinta-Mu
Aku ingin bersimpuh dan bersujud di hadapan-Mu, Allah
Aku ingin merasakan belaian kasih dan cinta-Mu
Lalu tetap begini, dan tetap di sini, bersama-Mu